Kebutuhan batubara dunia terus meningkat. Banyak analis menyebutkan permintaan batubara tergantung pada harga minyak dan pertumbuhan ekonomi negara Asia khususnya China dan India. Faktor lain akibat pengurangan penggunaan tenaga nuklir serta banyaknya ...

Click here to read this mailing online.

Your email updates, powered by FeedBlitz

 
Here is a sample subscription for awicaks@gmail.com


"titikdidih" - 5 new articles

  1. Indonesia di Hadapan Dunia yang Rakus
  2. Mudharat Politik, Politik Mudharat
  3. Sumpah Palsu Pemuda dan Sumpah Pemuda Palsu
  4. Selamat Jalan Si Keras Kepala …
  5. Menganiaya Wartawan Melanggar Konstitusi
  6. More Recent Articles

Indonesia di Hadapan Dunia yang Rakus

Kebutuhan batubara dunia terus meningkat. Banyak analis menyebutkan permintaan batubara tergantung pada harga minyak dan pertumbuhan ekonomi negara Asia khususnya China dan India. Faktor lain akibat pengurangan penggunaan tenaga nuklir serta banyaknya pembangkit listrik menggunakan tenaga air yang mulai tutupAwicaksono (dikutip dari ASW - Deadly Coal – the Series oleh JATAM) Pada tahun 2012
    

Mudharat Politik, Politik Mudharat

Beberapa bulan absen mengisi ‘titikdidih’ bukan berarti saya berhenti berpikir dan gelisah. Meski sedikit terhibur oleh sepak-terjang Jokowi-Ahok tetapi panggung politik nasional bagi saya tetap dagelan yang semakin hari semakin terlihat bodoh dan jauh dari lucu, karena penghinaan dan pengabaian terhadap keselamatan warga semakin kasat dipertontonkan bahkan oleh orang nomor satu di republik ini
    

Sumpah Palsu Pemuda dan Sumpah Pemuda Palsu

Pejabat publik yang mestinya menjadi tauladan kalangan muda menjadi sorotan publik atas dugaan keterlibatannya dalam korupsi berantai, yang salah satunya berurusan dengan manipulasi proyek pembangunan sarana keolahragaan di kementrian yang dia pimpin. Peringatan Hari Sumpah Pemuda diramaikan oleh sorotan media tentang korupsi di Kementrian Pemuda dan Olahraga Awicaksono Ketika di Cina
    

Selamat Jalan Si Keras Kepala …

Saya kehilangan kata-kata. Hanya airmata yang keluar ketika menerima telepon bertubi-tubi. Tak sepatah kata pun mampu keluar dari bibir ketika kabar sedih menyengat telinga. Seorang sahabat, guru, dan tauladan yang keras kepala menjaga keyakinannya, berpulang Senin sore, 23 Oktober. Selamat jalan Hapsoro… Awicaksono Pada email terakhirnya, tertanggal 18 Oktober
    

Menganiaya Wartawan Melanggar Konstitusi

"Kamu orang mati kalau ambil gambar!” kata tentara itu. Lalu Didik ditendang, dibanting, ditindih, dicekik, dan dipukul. Kamera fotonya dirampas. Beberapa wartawan lain juga dapat perlakuan yang kasar dari oknum TNI AU S. Sinansari Ecip | Kompas Opini | 20 Oktober 2012 Apa yang salah? Tentara itu letnan kolonel, perwira menengah, dengan jabatan Kadispers. Dengan pangkat tinggi dan
    

More Recent Articles


You Might Like

Click here to safely unsubscribe from "titikdidih."
Click here to view mailing archives, here to change your preferences, or here to subscribePrivacy