I wrote about memories on how I found you About what made it easy giving you my heart A million song won’t be enough to tell about your beautyFiled under: Lain-Lain

Click here to read this mailing online.

Your email updates, powered by FeedBlitz

 
Here is a sample subscription for anggara@anggara.org


Dunia Anggara"Dunia Anggara" - 5 new articles

  1. Surat Cinta untuk Starla
  2. Tak Seimbang
  3. Refleksi: 6 Tahun yang Tidak Mudah
  4. Lagu Cinta
  5. Strange Romance
  6. More Recent Articles

Surat Cinta untuk Starla

 

 

I wrote about memories on how I found you

About what made it easy giving you my heart

A million song won’t be enough to tell about your beauty


Filed under: Lain-Lain

    

Tak Seimbang

 

Diam ku hanya sanggup terdiam
Di saat kau menghilang menyimpan seribu kenangan
Terisak-isak suara tangisku
Melawan kenyataan, habis upayaku

Senyuman terakhir itu
Pecahkan saraf sadarku


Filed under: Lain-Lain

    

Refleksi: 6 Tahun yang Tidak Mudah

Per 31 Desember 2016 kemarin, genap saya memimpin ICJR selama 6 tahun atau dua periode berturut turut. Perjalanan panjang yang tidak mudah serta dipenuhi beragam tantangan yang tidak kecil. Selama 3 tahun terakhir, saya memang lebih banyak diam dan mengamati perkembangan organisasi ini. Menjadi pengamat yang lebih banyak diam adalah suatu peran yang semestinya diperankan oleh seorang yang ditugasi menjadi sekedar simbol

ICJR didirikan pada 2007 dan berdiri sebagai Persekutuan Perdata, dan saya bukanlah salah seorang pendirinya. Persinggungan saya dengan organisasi ini bermula dari 2009 saat saya diminta untuk membuat situs bagi organisasi ini. Untuk urusan membuat situs yang tidak rumit, saya masih bisa melakukannya. Saya lalu membuatkan situs sederhana bagi organisasi ini dengan joomla dan lalu bermigrasi dan berganti ke wordpress. Suatu persinggungan yang sama sekali tidak penting dan non ideologis

Pada 2010, saya mulai intens terlibat dengan ICJR. Bermula dari permintaan untuk mengurusi organisasi ini agar kredibilitas organisasi ini dapat ditingkatkan. Pertama kali menerima permintaan tersebut, ICJR benar – benar organisasi yang kosong. Kosong dari sisi staf dan juga program. Saya memulai pekerjaan ini dari nol. Bersama beberapa orang, khususnya mas syahrial dan mas supi, kami berupaya menggeliatkan organisasi ini dengan cara sederhana yang bisa dilakukan saat ICJR berada dalam posisi terendah, yakni terlibat dalam penanganan perkara. Sejak saat itulah, kami menamakannya litigasi strategis untuk membedakannya dengan legal aid yang umumnya dikenal.

Melalui cara yang kami ketahui itu, nama ICJR mulai dikenal dan terdengar secara samar – samar. Memasuki 2011, ICJR mulai berbenah diri. Bersama – sama mas syahrial, mas supi, dan mas WW, kami mulai merancang AD untuk ICJR. Saat itu kami berempat menginginkan agar ICJR mengubah statutanya dan mulai menjadi organisasi yang terbuka dengan mengubah badan hukumnya menjadi Perkumpulan. Hasil Rancangan AD ini lalu dibawa ke Rapat Sekutu di 2011 dan usulan perubahan AD dan perubahan badan hukum ini disetujui. Saya yang tidak hadir dalam Rapat Sekutu itu malah didapuk untuk menjabat sebagai Ketua Badan Pengurus dengan tanggung jawab utama memperbaiki kinerja dari ICJR. Prosesnya memang berantakan, lagi – lagi dari nol. Karena itu tak ada dokumentasi resmi mengenai hal itu.  Bersama – sama dengan Mas Syahrial, Mas WW, dan Mas Supi, kami berempat ditunjuk menjadi Anggota Rapat Badan Pengurus. Sejak 2011 tersebut, ICJR memiliki 3 aktivitas utama untuk menjalankan mandatnya yaitu riset advokasi, training, dan juga litigasi strategis. Secara simultan, pekerjaan – pekerjaan yang dilakukan oleh ICJR berpedoman pada 3 aktivitas utama ini.

Pengaturan struktur di ICJR sedikit banyak meniru apa yang dilakukan AJI dengan membuat struktur Pengurus dan Eksekutif. Secara keseluruhan, struktur organisasi ICJR juga mirip Yayasan dimana ada Rapat Umum Anggota, Badan Pengawas, Badan Pengurus, dan Komite Eksekutif. Desain struktur ini dalam anggapan kami akan memudahkan kami bermanuver apabila suatu saat kondisi organisasi berada dalam titik kritis. Dan desain organisasi ini tetap dipertahankan sampai saat ini dengan fleksibilitas pembagian kewenangan antara Badan Pengurus dan Komite Eksekutif

Secara perlahan kami menata kembali dan mengembangkan organisasi ini. Secara bertahap, dominasi Badan Pengurus dalam kerja – kerja Komite Eksekutif juga mulai berkurang. Dalam 3 tahun pertama, pekerjaan paling besar dari Rapat Badan Pengurus adalah memastikan organisasi ini dapat belajar berjalan. Sementara 3 tahun kedua, pekerjaan paling besar dari Rapat Badan Pengurus adalah memastikan organisasi ini berjalan dengan baik dan dikelola secara lebih baik.

Tidak sedikit tantangan yang dihadapi. Namun kami berhasil mengatasi tantangan – tantangan tersebut. Sempat juga ada yang meragukan kemampuan ICJR untuk bertahan. Saat itu, saya cuma tersenyum dengan pernyataan tersebut. Nggak tanggung – tanggung, karena saat itu yang melontarkan keraguan adalah salah satu mitra kerja terbesar dari ICJR. Saya hanya menjawab sederhana, kami pernah mengelola krisis dan kami telah melakukan evaluasi terhadap pengelolaan krisis tersebut dan saya yakin kita akan bertemu lagi dengan situasi yang berbeda. Saya sadar jika sebuah organisasi non pemerintah, terutama yang kecil seperti ICJR, seringkali dihadapkan pada pertanyaan atas kemampuan organisasi untuk tetap bertahan. Nyatanya kami tetap bertahan dan berkembang menjadi salah satu organisasi advokasi dalam gerakan reformasi hukum di sektor pidana.

ICJR tetap Hdup dan Bertahan buat saya adalah prestasi besar. Mengingat situasi dan kondisi saat ini yang penuh ketidakpastian. Setidaknya selama 6 tahun diminta menjadi simbol, setidaknya ICJR selamat dari berbagai terjangan ombak ketidakpastian.

Di Januari 2017 ini, status saya sebagai simbol telah demisioner. Mestinya nanti akan ada orang lain yang dipilih untuk menjadi simbol bagi ICJR. Selama 6 bulan terakhir, saya sudah mempersiapkan diri untuk menjalani apa yang saya sebut MPP atau Masa Persiapan Pensiun. Bagaimanapun juga, memiliki status sebagai simbol sebenarnya memiliki berbagai keistimewaan tersendiri. Karena itu, mempersiapkan diri memasuki masa pensiun itu penting biar nggak kaget.

Saya enggan berspekulasi, siapakah yang akan dipilih sebagai simbol untuk ICJR. Tantangan kedepan juga jauh lebih banyak dan lebih besar. PR besar dari ICJR menurut saya adalah mempersiapkan lapis kedua yang akan memimpin organisasi ini di  –paling lambat– 2020. Melakukan “kaderisasi” bukan pekerjaan yang gampang dan menuntut organisasi ini memiliki perhatian tersendiri dalam isu ini. Bagaimanapun juga, diperlukan semangat – semangat muda yang lebih inovatif dan adaptif terhadap perkembangan dan perubahan jaman agar ICJR tetap terus dapat bertahan dan memberikan kontribusi terhadap pembaruan hukum di sektor pidana di Indonesia


Filed under: Lain-Lain

    

Lagu Cinta

 

Kau bawa terbang tinggi rasaku
Dan kau isi ruang cinta dalam hati
Di setiap khayalan indahku
Kau menari-nari dalam pikiranku
Melayang aku


Filed under: Lain-Lain

    

Strange Romance

 

Let me make it up to you
‘Cause I can’t think of losing you
For the heat of a strange romance

Filed under: Lain-Lain

    

More Recent Articles


You Might Like

Click here to safely unsubscribe from "Dunia Anggara."
Click here to view mailing archives, here to change your preferences, or here to subscribePrivacy